Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi Bawaslu Lampung Ditpamobvit Polda Lampung, Bahas Penguatan Pengamanan Pemilu Dan Pilkada Kedepan

.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menerima kunjungan dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Lampung di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Rabu (30/09/2026).

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menerima kunjungan dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Lampung di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Rabu (30/09/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga, khususnya dalam mendukung aspek keamanan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Provinsi Lampung ke depan.

Kunjungan Ditpamobvit Polda Lampung dipimpin oleh Kasubdit VIP Ditpamobvit Polda Lampung AKB M. Yamil bersama rombongan. Kedatangan rombongan tersebut disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar bersama Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Suheri, Imam Bukhori, Hamid Badrul Munir, Tamri, dan Gistiawan.

Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Provinsi Lampung dan Ditpamobvit Polda Lampung membahas pentingnya membangun pola komunikasi dan koordinasi yang baik dalam menghadapi setiap tahapan penyelenggaraan pemilu dan Pilkada kedepan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh proses demokrasi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar menyampaikan bahwa keamanan merupakan salah satu aspek penting dalam memastikan penyelenggaraan pemilu dapat berlangsung secara demokratis. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak dapat dilepaskan dari kondisi keamanan dan ketertiban yang mendukung seluruh tahapan penyelenggaraan.

“Pemilu dan Pilkada merupakan proses demokrasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, aspek keamanan menjadi bagian penting yang harus kita persiapkan bersama. Bawaslu memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan, sementara dalam pelaksanaannya tentu diperlukan situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Iskardo.

Ia menambahkan, koordinasi antara Bawaslu dengan kepolisian perlu dibangun sejak dini dan tidak hanya dilakukan ketika tahapan pemilu maupun Pilkada sudah berlangsung. Dengan koordinasi yang terencana, potensi kerawanan keamanan yang dapat mengganggu proses penyelenggaraan dapat diantisipasi bersama sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga.

“Koordinasi seperti ini sangat penting. Kita tidak ingin membangun komunikasi hanya ketika ada persoalan. Justru sebelum tahapan berjalan, kita perlu menyamakan persepsi, membangun komunikasi, dan memahami tugas masing-masing sehingga ketika menghadapi situasi di lapangan, langkah yang diambil dapat dilakukan secara tepat,” jelasnya.

Iskardo mengatakan, Bawaslu Provinsi Lampung terbuka untuk terus membangun kerja sama dan komunikasi dengan jajaran Kepolisian Daerah Lampung dalam rangka mendukung penyelenggaraan pemilu dan Pilkada yang aman dan berintegritas.

“Pada prinsipnya Bawaslu siap membangun kolaborasi dan koordinasi dengan semua pihak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kami berharap sinergi dengan Polda Lampung, khususnya dalam aspek keamanan, dapat terus diperkuat sehingga pelaksanaan setiap tahapan pemilu dan Pilkada di Lampung dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iskardo menekankan bahwa pengamanan pemilu bukan hanya berkaitan dengan keamanan secara fisik, tetapi juga bagaimana seluruh tahapan dapat berlangsung dalam situasi yang memungkinkan penyelenggara, peserta pemilu, dan masyarakat menjalankan perannya masing-masing secara baik.

“Keamanan dalam pemilu bukan hanya soal menjaga suatu tempat atau kegiatan, tetapi bagaimana seluruh proses dapat berlangsung dengan baik. Penyelenggara dapat bekerja sesuai tugasnya, peserta dapat mengikuti tahapan sesuai aturan, dan masyarakat dapat menggunakan hak politiknya dengan rasa aman,” Pungkasnya.

.

 

.

 

.

Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar