Tingkatkan Literasi Demokrasi Masyarakat, Bawaslu Tulang Bawang Barat Jelaskan Perbedaan Dasar Pemilu dan Pemilihan
|
Tulang Bawang barat — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus berkomitmen memberikan edukasi politik dan kepemiluan kepada masyarakat. Salah satu langkah edukatif yang terus disosialisasikan adalah pemahaman mengenai perbedaan dasar antara istilah Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan (Pilkada).
Meski dalam percakapan sehari-hari kedua istilah ini sering dianggap sama dan digunakan secara bergantian, Bawaslu Tubaba menegaskan bahwa keduanya memiliki landasan, batasan, dan definisi yang berbeda sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang Barat, Agus Tomi, S.H., menyampaikan bahwa pemahaman mengenai jenis-jenis kontestasi demokrasi ini sangat penting agar masyarakat semakin cerdas dan paham akan hak-hak politiknya.
"Literasi kepemiluan yang baik adalah fondasi dari demokrasi yang sehat. Dengan memahami perbedaan dasar antara Pemilu dan Pemilihan, masyarakat tidak hanya tahu kapan harus menggunakan hak pilihnya, tetapi juga dapat ikut serta secara aktif dalam mengawal setiap tahapan agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas," tegas Agus Tomi.
Bawaslu Kabupaten Tubaba merangkum perbedaan mendasar kedua istilah tersebut sebagai berikut:
Pemilihan Umum (Pemilu):
Merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden dan Wakil Presiden, serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemilu dilaksanakan secara berkala dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil).
Pemilihan (Pilkada):
Merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat di tingkat daerah untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang diselenggarakan secara langsung dan demokratis.
Melalui peningkatan literasi kepemiluan ini, Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga bersama-sama menumbuhkan budaya pengawasan partisipatif demi terwujudnya demokrasi yang berintegritas dan berkualitas.
Foto : Warsito
Editor : Dedi