Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Perkuat Pencegahan Dan Pengawasan Edukatif Kepemiluan Melalui Pojok Literasi Pengawasan

18/2/26

Bawaslu Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukatif kepada generasi muda. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN) untuk mengunjungi Pojok Literasi Pengawasan yang berlokasi di Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam pada Rabu (18/02).

Bawaslu Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukatif kepada generasi muda. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN) untuk mengunjungi Pojok Literasi Pengawasan yang berlokasi di Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam pada Rabu (18/02).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bawaslu dalam memperkuat literasi kepemiluan dan meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu. Melalui Pojok Literasi Pengawasan, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai regulasi, buku, modul, serta bahan bacaan yang berkaitan dengan pengawasan pemilu dan demokrasi.

Pojok Literasi Pengawasan dirancang sebagai ruang belajar terbuka yang mendorong diskusi, pertukaran gagasan, serta penguatan pemahaman terkait peran masyarakat dalam menjaga integritas pemilu. Kehadiran pojok literasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara lembaga pengawas pemilu dengan kalangan akademisi, sekaligus memperluas jangkauan edukasi pengawasan kepada publik.

Selain menghadirkan Pojok Literasi Pengawasan, Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam sebagai perpustakaan modern juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan dan kebutuhan literasi pengunjung. Perpustakaan ini memiliki ruang baca umum yang luas dan nyaman, ruang layanan informasi, ruang konten Lampung yang memuat literatur lokal, ruang baca anak, hingga mushola.

Dengan koleksi lebih dari 3.500 buku fisik serta koleksi digital (e-book) yang dapat diakses melalui sistem barcode dan aplikasi terintegrasi, perpustakaan ini menjadi salah satu pusat literasi representatif di Provinsi Lampung. Fasilitas WiFi gratis yang tersedia juga memudahkan mahasiswa dalam mengakses referensi tambahan secara daring, termasuk sumber-sumber terkait kepemiluan dan demokrasi.

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Provinsi Lampung tidak hanya menekankan aspek pengawasan secara teknis, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif di kalangan generasi muda bahwa demokrasi yang berkualitas memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Di tempat terpisah, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir, menegaskan bahwa penguatan literasi pengawasan menjadi kunci dalam menciptakan pemilu yang berintegritas.

“Kami meyakini bahwa pengawasan pemilu tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu semata. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Melalui Pojok Literasi Pengawasan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam menjaga demokrasi,” ujar HBM saat dikonfirmasi Tim Humas Bawaslu Lampung.

Ia menambahkan bahwa pendekatan edukatif menjadi strategi jangka panjang dalam mencegah potensi pelanggaran pemilu.

“Pencegahan adalah langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penindakan. Dengan meningkatkan literasi dan kesadaran sejak dini, kami berharap mahasiswa mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengawal setiap tahapan pemilu secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

HBM juga berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat terus diperluas, sehingga budaya pengawasan partisipatif semakin mengakar di tengah masyarakat.

Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar