Peringati Hari Masyarakat Adat Internasional, Bawaslu Tubaba Tekankan Pentingnya Merawat Kearifan Lokal dan Demokrasi Inklusif
|
Tulang Bawang Barat, 9 Agustus 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menyampaikan peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional yang jatuh pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Momen ini dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga warisan budaya, melestarikan kearifan lokal, serta menjamin hak-hak masyarakat adat dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai bagian dari keberagaman Indonesia—khususnya di kawasan Kabupaten Tulang Bawang Barat yang kaya akan tatanan adat falsafah Nenemo (Nemen, Nedes, Nerimo)—masyarakat adat dipandang memiliki nilai-nilai luhur, tradisi, dan kearifan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang Barat, Agus Tomi, S.H., menyampaikan bahwa keberadaan masyarakat adat merupakan pilar penting dalam memperkuat tatanan demokrasi dan sosial di daerah.
"Masyarakat adat bukan sekadar penjaga tradisi dan keberagaman budaya, melainkan fondasi penting bagi tegaknya keadilan sosial. Momentum Hari Masyarakat Adat Internasional ini mengajak kita untuk terus menghormati, melindungi, dan memperkuat hak-hak masyarakat adat, termasuk hak politik dan partisipasi aktif mereka dalam mengawal demokrasi," ujar Agus Tomi.
Ia menambahkan bahwa penghormatan terhadap kearifan lokal berbanding lurus dengan upaya mewujudkan proses pengawasan demokrasi yang inklusif, adil, dan bermartabat.
"Mari kita jadikan peringatan ini untuk terus merawat keberagaman serta menghormati nilai-nilai lokal yang kita miliki. Bersama-sama, Bawaslu Tubaba berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan kepemiluan dan pengawasan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, demi Indonesia yang adil dan sejahtera," tegasnya.
Melalui peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional 2026 ini, Bawaslu Tubaba mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk senantiasa bersinergi, merawat toleransi, serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan demi masa depan bangsa yang inklusif.
Foto : Warsito
Editor : Dedi